Rabu, 05 Oktober 2011

Papa Pap’s Dady And Bapak


Papa.Sosok seorang lelaki yang paling aku sayangi dalam hidupku.Figur di setiap langkahku,sahabat,teman curhat,bahkan tempatku menangis.Papa yang paling ku sayangi dalam hidupku selalu mengerti aku.Tak pernah meninggalkanku tatkala aku bersalah.Di dalam  keluargaku, Papa adalah figure yang paling aku kagumi.

Aku bersyukur Tuhan menitipkan aku kepada papa.The best father ever in the world.Mungkin agak berlebihan bagi sebagian orang.Tapi bagiku itulah yang aku rasakan.Tak pernah ia memarahiku ketika aku melakukan kesalahan yang menurut orang lain adalah kesalahan bodoh.

Papa selalu mengarahkanku ke arah yang baik.”Gak apa-apa sayang.Papa gak marah kok”.Kalimat ini menjadi penyejuk dan spirit bagiku.Ketika semua orang disekitarku menganggap aku pengganggu,ceroboh,bodoh,dan tak bisa berbuat apapun.
Papa selalu mendengarkanku.Papa tahu apa yang ku mau dan butuhkan.Aku selalu menceritakan semuanya pada papa,bahkan masalahku dengan temanku sekalipun.Papa mengerti sekali tentangku putrinya.Setelah mendengarkan semua keluhanku,pertanyaan,bahkan mengenai diriku sendiri.Papa hanya akan tertawa dan berkata “Ngapain dipikirin kali sayang”.Papa selalu membuat beban berat yang ada di pundakku terasa ringan.Benar-benar ringan.

Itu adalah hal yang tak pernahku rasakan dari orang lain yang ada di dunia ini.
Papa selalu memberi nasehat penyejuk hati bagiku.Tak pernah sekalipun ia menyalahkanku.Malah ia selalu memberiku semangat dan advice yang benar-benar aku butuhkan.

Aku sering sekali berkata “Aku Bodoh,aku tak mengerti apa-apa papa.Ika tak bisa apa-apa”.Papa hanya berkata “Itu bagus sayang.Dengan begitu kau akan menjadi rendah hati dan bukan tinggi hati”.Aku terkejut.Aku pikir papa akan memarahiku dan melarangku berkata bodoh.Tapi,aku tahu satu hal ia mengajarkan rendah hati padaku.
“Gak boleh tinggi hati ya sayang,berdoa sebelum tidur dan jangan lupa mengucap syukur pada Tuhan sayang malam Syaloom”.Kalimat yang benar-benar aku tak pernah bayangkan dari seorang papa yang sangat aku sayangi.

Aku rasa,Tuhan sangat baik padaku telah memberikan papa yang begitu sempurna buatku.Tuhan beriku papa yang benar-benar menyayangiku.
Papa di luar rumah dan di dalam rumah adalah sosok yang benar-benar berbeda (Positif bro,J).Papa adalah lelaki tegap,berbadan kekar,sorotan mata tajam yang membuat semua yangmelihatnya langsung segera tahu ia buksn orang sembarangan,keras orangnya,disiplin tinggi,on time,cepat,benar-benar pemimpin masa depan menurutku,dan satu hal yang sangat pasti adalah ketika teman-temanku melihat papa, mereka akan berkata “Papamu seram ya atau Papamu sangar kali,Papamu pasti pemarah”.Etc.But I don’t think so guys.

Papa adalah manusia yang perfeksionis.Papa tak mau ada kesalahan dalam pekerjaannya.Papa akan marah pada setiap orang yang menurutnya salah (sesuai porsinya J),sampai-sampai terbawa mimpi.Papa akan marah-marah dalam igauannya.Salah satu hal lucu dari papa.

.Buat keluarga,Papa sangat perhatian.Papa akan begitu penuh kasih saat di rumah.Walaupun bila aku di rumah aku tak terlalu banyak berbicara pada papa,karena aku tak mau mengganggu istirahat papa.

Aku merasa iba melihat muka papa yang telah tua itu harus pulang malam dengan wajah lusuh,beban berat dan akan menghembuskan napas panjang ketika papa duduk di kursi kesayangannya bagai ada sejuta masalah yang harus papa hadapi di luar sana.Tapi,satu hal yang ku tahu pasti papa pasti senang karena bisa kembali ke rumah setelah berkutat dengan rutinitasnya sebagai pegawai negeri dari jam 08.00 pagi sampai malam.
Aku sedih melihat papa seperti itu.Maka dari saat itu aku bertekad untuk menjadi lebih baik dari papa.Aku janji itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar