Papa.Sosok seorang lelaki yang paling aku sayangi dalam
hidupku.Figur di setiap langkahku,sahabat,teman curhat,bahkan tempatku
menangis.Papa yang paling ku sayangi dalam hidupku selalu mengerti aku.Tak
pernah meninggalkanku tatkala aku bersalah.Di dalam keluargaku, Papa adalah figure yang paling aku
kagumi.
Aku bersyukur Tuhan menitipkan aku kepada papa.The best father
ever in the world.Mungkin agak berlebihan bagi sebagian orang.Tapi bagiku
itulah yang aku rasakan.Tak pernah ia memarahiku ketika aku melakukan kesalahan
yang menurut orang lain adalah kesalahan bodoh.
Papa selalu mengarahkanku ke arah yang baik.”Gak apa-apa
sayang.Papa gak marah kok”.Kalimat
ini menjadi penyejuk dan spirit bagiku.Ketika semua orang disekitarku menganggap
aku pengganggu,ceroboh,bodoh,dan tak bisa berbuat apapun.
Papa selalu mendengarkanku.Papa tahu apa yang ku mau dan
butuhkan.Aku selalu menceritakan semuanya pada papa,bahkan masalahku dengan
temanku sekalipun.Papa mengerti sekali tentangku putrinya.Setelah mendengarkan
semua keluhanku,pertanyaan,bahkan mengenai diriku sendiri.Papa hanya akan
tertawa dan berkata “Ngapain dipikirin kali sayang”.Papa selalu membuat beban
berat yang ada di pundakku terasa ringan.Benar-benar ringan.
Itu adalah hal yang tak pernahku rasakan dari orang lain yang
ada di dunia ini.
Papa selalu memberi nasehat penyejuk hati bagiku.Tak pernah
sekalipun ia menyalahkanku.Malah ia selalu memberiku semangat dan advice yang
benar-benar aku butuhkan.
Aku sering sekali berkata “Aku Bodoh,aku tak mengerti apa-apa papa.Ika
tak bisa apa-apa”.Papa hanya berkata “Itu bagus sayang.Dengan begitu
kau akan menjadi rendah hati dan bukan tinggi hati”.Aku
terkejut.Aku pikir papa akan memarahiku dan melarangku berkata bodoh.Tapi,aku
tahu satu hal ia mengajarkan rendah hati padaku.
“Gak boleh tinggi hati ya sayang,berdoa sebelum tidur dan
jangan lupa mengucap syukur pada Tuhan sayang malam Syaloom”.Kalimat yang
benar-benar aku tak pernah bayangkan dari seorang papa yang sangat aku sayangi.
Aku rasa,Tuhan sangat baik padaku telah memberikan papa yang
begitu sempurna buatku.Tuhan beriku papa yang benar-benar menyayangiku.
Papa di luar rumah dan di dalam rumah adalah sosok yang
benar-benar berbeda (Positif bro,J).Papa adalah lelaki
tegap,berbadan kekar,sorotan mata tajam yang membuat semua yangmelihatnya
langsung segera tahu ia buksn orang sembarangan,keras orangnya,disiplin
tinggi,on time,cepat,benar-benar pemimpin masa depan menurutku,dan satu hal
yang sangat pasti adalah ketika teman-temanku melihat papa, mereka akan berkata
“Papamu seram ya atau Papamu sangar kali,Papamu pasti pemarah”.Etc.But I don’t
think so guys.
Papa adalah manusia yang perfeksionis.Papa tak mau ada kesalahan
dalam pekerjaannya.Papa akan marah pada setiap orang yang menurutnya salah (sesuai
porsinya J),sampai-sampai terbawa mimpi.Papa
akan marah-marah dalam igauannya.Salah satu hal lucu dari papa.
.Buat keluarga,Papa sangat perhatian.Papa akan begitu penuh
kasih saat di rumah.Walaupun bila aku di rumah aku tak terlalu banyak berbicara
pada papa,karena aku tak mau mengganggu istirahat papa.
Aku merasa iba melihat muka papa yang telah tua itu harus
pulang malam dengan wajah lusuh,beban berat dan akan menghembuskan napas
panjang ketika papa duduk di kursi kesayangannya bagai ada sejuta masalah yang
harus papa hadapi di luar sana.Tapi,satu hal yang ku tahu pasti papa pasti
senang karena bisa kembali ke rumah setelah berkutat dengan rutinitasnya
sebagai pegawai negeri dari jam 08.00 pagi sampai malam.
Aku sedih melihat papa seperti itu.Maka dari saat itu aku
bertekad untuk menjadi lebih baik dari papa.Aku janji itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar