Jumat, 26 Juli 2013

SAKIT HATIKU YANG KUSAYANGI


                Tanggal 26 Juli jam 2013 20:00 kata-kata yang tak pernah ku dengar darimu sebelumnya. Aku kira kau benar-benar menyayangiku ternyata selama ini kau ingin membuangku dari kehidupanmu. Namun tak bisa karena ikatan darah daging yang menyatu ditubuhku. Aku pun tak ingin dilahirkan kalau aku tahu akan seperti ini kehidupanku kelak. Lebih baik Tuhan ikut memanggilku bersama saudaraku yang sudah hidup bahagia di surga sana. Aku melakukannya untukmu,walaupun aku tahu yang kulakukan itu salah. Tapi, aku hanya ingin kau tidak stres. Namun kau malah mengatakan bahwa akulah penybab kau stress, akulah orang yang menambah penyakitmu. Seakan kau ingin mengatakan pada dunia bahwa aku ini tak ada gunanya. “Pembohong itu tak ada gunanya sekolah”. Itu katamu. Kau ingin mengatakan kau menyesal punya anak seperti aku bukan?. Semua hal dalam hidupku kau permasalahkan. Tak ada yang tidak. Mulai dari bentuk tubuhku,wajahku yang jelek,sifatku karena tak pernah mendengar katamu,bahkan sampai makanan yang harus ku makan. Ketika kau sakit, itu semua adalah salahmu. Jadi jangan salahkan aku ketika aku tak bisa menahan seleraku pada makanan yang kau larang karena penyakit itu. Kau yang membuat penyakitmu sendiri. Kau tahu aku benci ketika aku ditinggal sendiri oleh kembarsnku seakan aku ingin menuntut pada Tuhan. “Tuhan ambil aku juga! Aku tak ingin tinggal disini. Tak ada yang mengingini bahkan membutuhkanku disini! Ambil aku Tuhan!”. Aku berteriak sekencang-kencangnya namun tak ada yang mendengarku. Aku ingin marah pada Tuhan tapi Ia sama sekali Tak mendengarku. Aku juga benci hidupku. Aku tak berguna. Keluargaku semua membenciku,tak ada satupun yang menyayangiku,semua hitung-hitungan padaku. Baik. Kalau itu mau kalian. Apapun yang kalian inginkan. Jujur aku hanya ingin bertahan hidup demi satu orang. Orang yang menghargaiku selama aku hidup,dia yang tahu bagaimana memperlakukanku dengan baik. Aku akan memenuhi semua permintaanmu. Kau adalah penyemangat hidupku. Terimakasih telah menjadi alasanku untuk tetap hidup di bumi yang tak pernah menerimaku.                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar