Tak pernah ku pinta
lebih darimu,aku hanya menginginkanmu menjadi dirimu sendiri. Tak apa jua
bagiku bila kau hanya dapat menjadi sahabat bagiku. Tapi ku mohon jangan
menjadi orang lain demi dirinya. Dia tak pantas menerimanya. Kau terlalu baik
untuknya. Apa kau tahu, kadang aku membenci dan merutuki diriku sendiri bila
melihatmu menjadi orang lain hanya demi menyenangkan hatinya yang walaupun aku
tahu ia tak terlalu menyukainya. Aku bisa melihat itu semua. Tak bisakah kau
melihatnya ?
Dengan kau menjadi dirimu
sendiri saja sudah membuatmu tak ada artinya di depan matanya. Tolong ! aku
mohon aku tak bisa melihatmu seperti ini. Kau akan berusaha senang menyenangkan
hatinya, namun ia tak pernah menghargainya. Bila ia memang mencintaimu
setidaknya ia mengatakan terimakasih atas kerjakerasmu dan usahamu dalam
membuat kue yang kau berikan, yang demi membuatnya kau rela menginap di
apartemenku demi memakai oven yang tak kau punyai di apartemenmu dan terbangun
pagi-pagi buta agar hasilnya tampak baik, namun yang kau dapatkan malah
kritikan terhadap kue. “kuemu terlalu overcook”,”krimnya terlalu banyak”,”dan
design kuenya tak bagus”. Apa itu hal yang dilakukan seorang kekasih pada
kekasihnya yang sudah bersusah payah melakukan ini semua untuknya. Kau
menangis. Air mata itu mengalir lembut di pipi manismu,kau menceritakan
semuanya padaku. Aku benar-benar marah. Aku benar-benar membencinya. Aku ingin
memberinya pelajaran, namun kau menghalanginya dengan bilang bahwa “kau hanya
berlebihan menanggapi sikapnya”. Bagaimana mungkin sikapku berlebihan ketika
kau disakiti seperti ini. Apa kau menganggap ini sebagai sebuah lelucon? Aku
harap tidak. Karena aku tidak bisa melihatmu menangis. Because YOU’RE MY HEAVEN.
to be continiued
to be continiued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar